Siklus Haid Pendek

Siklus Haid Pendek – Karakterisitik siklus haid juga diteliti dalam hubungannya dengan peningkatan risiko kanker payudara. Dalam suatu penelitian, siklus haid yang kurang dari 26 hari atau lebh lama dari 31 hari selama usia 18-22 tahun juga diprediksikan mengurangi risiko kanker payudara.

Penelitian lain menunjukkan bahwa siklus haid yang pendek saat usia 30 tahun,  berhubungan dengan penurunan risiko kanker payudara. Menopause yang terlambat juga turut meningkatkan risiko penyakit kanker payudara. Untuk setiap tahun usia menopause yang terlambat akan meningkatkan risiko kanker payudara sebesar 3%. Seorang wanita yang memiliki siklus haid pendek mempengaruhi ovulasi. Umumnya siklus hadi yang normal dan teratur yakni 28-30 hari. Sebagai penyesuaian, bagi wanita yang memiliki siklus haid pendek, perhitungan akan ditambah beberapa hari.

Siklus Haid Pendek

Siklus Haid Pendek

SIKLUS HAID PENDEK

Panjang siklus haid yang memendek dari panjang siklus haid klasik yaitu kurang dari 21 hari per siklusnya, sementara volume perdarahannya kurang lebih sama atau lebih banyak dari volume perdarahan haid biasanya. Polimenorea atau siklus haid yang pendek yang disertai dengan pengeluaran darah haid yang lebih banyak dari biasanya dinamakan polimenoragia.

Siklus haid pendek dapat disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi atau memendeknya fase luteal dari siklus haid. Penyebab terjadinya siklus haid yang pendek lainnya adalah kongesti (bendungan) pada ovarium yang disebabkan oleh proses peradangan (infeksi), endometriosis dan penyebab lainnya.

Dalam sebuah terbitan Asian pacific Journal of Cancer Prevention, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa wanita yang memiliki siklus haid pendek memiliki kaitan erat dengan risiko kanker payudara. Hal ini dibuktikan dengan mengamati 263 kasus pada kanker payudara di tahun 2009 dibandingkan dengan penelitian setelah dengan 457 kasus yang sama. Dari hasil penelitian kasus-kasus tersebut kemampuan reproduksi wanita memiliki hubungan erat dengan risiko kanker payudara.

Wanita yang memiliki siklus haid pendek ini memang memiliki risiko lebih tinggi terhadap ancaman kanker payudara. Tak hanya sampai disitu risiko lainnya yang mungkin mengintai adalah siklus haid yang akan datang menjadi siklus haid yang tidak normal dan tidak teratur. Tentunya hal ini akan mebawa dampak pada kelangsungan organ reproduksi, terutama mengenai ovulasi, di mana wanita setiap bulannya setelah haid itu selesai sel telur akan dilepaskan dari indung telur menuju rahim yang siap dibuahi.

Siklus haid yang pendek tentunya akan mempengaruhi pengeluaran sel telur dari indung telur. Sel telur tidak mampu untuk bertahan lama. Keluarnya darah haid yang tidak menentu jumlah/volumenya serta gangguan kesehatan lainnya akibat siklus haid yang pendek.

Siklus haid pendek pada wanita ini biasanya disebut dengan istilah kedokteran Polimenorea. Gejala yang ditimbulkan dari Polimenorea ini adalah cairan darah yang keluar dengan berlebihan sampai-sampai harus mengganti pembalut lebih dari 5 pembalut dalam sehari. Siklus haid pendek ini diakibatkan karena adanya suatu kemungkinan dari terjadinya proliferasi pendek atau juga stadium sekresi yang pendek dan kedua stadium yang mengalami siklus pendek. Untuk banyak kasus biasnaya akan ditemukan adanya suatu pendekatan pada stadium proliferasi.

Penyebab siklus haid yang pendek ini terjadi bisa diakibatkan karena tidak berfungsinya ovarium saat terjadinya proses klimakterium, pubertas dan juga adanya suatu hal yang terjadi dengan sifat yang kronis. Hal yang paling umum dalam terjadinya gangguan menstruasi bisa juga diakibatkan karena hormon yang tidak seimbang yang mengatur siklus haid. Penyebab dari hormon yang tidak seimbang dikarenakan Anda sedang berada di masa tahun pertama menstruasi yakni 3-5 tahun dari proses menstruasi pertama yang Anda alami, atau bisa juga dikarenakan Anda sedang memasuki masa menopause. Selain itu penyebab dari siklus haid pendek adalah karena masalah yang terjadi di dalam idnung telur, mengalami depresi, penurunan berat badan yang drastis dan juga penggunaan obat-obatan yang lebih spesifik. Walaupun tidak akan menutupkemungkinan dari adanya suatu kondisi medis. Volume darah atau jumlah darah yang keluar biasanya ditentukan oleh lebarnya pembuluh darah, dan juga jumlah banyaknya pembuluh darah yang terbuka dan juga mengalami suatu tekanan intravaskular.

Sedangkan pada beberapa kasus siklus haid menstruasi yang pendek ada yang bersifat sementara saja dan biasanya akan hilang dengan snedirinya. Namun sebaiknya lakukanlah pemeriksaan jika hal ini terus berlangsung. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan ui laboratorium yakni dengan melakukan pemeriksaan estrogen, progesteron. Dan jika mengalami suatu gangguan diluar dari faktor hormon yang terjadi maka akan dilakukan papsmear untuk membantu mengetahui gangguan yang terjadi pada mulut rahim. Sehingga terjadinya penebalan di endometrium maka akan diamati perkembangannya dengan melihatnya lewat USG. Dan jika terus dibiarkan maka akan keluar cairan darah sehingga akan mengganggu kesuburan akibat dari adanya suatu gangguan hormon yang terjadi yang bisa mengakibatkan proses terganggunya pelepasan ada telur.

Siklus Haid Pendek


=====================================

>>> Inti K&K Lancar Haid Membantu Melancarkan Haid dan Membantu Mengurangi Nyeri Pada Saad Haid, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Siklus Haid and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>